Bagaimana Cara Memulai Green Life Style?

20140202090249_logo-green-lifestyle

Apakah Anda sering mendengar slogan-slogan “Mari Hijaukan Bumi Kita”, “Jaga Bumi Kita Demi Generasi Berikutnya”, “Go Green”, atau slogan kampanye lainnya? Slogan tinggalah slogan semata, jika tidak diiringi usaha nyata, ribuan dollar atau milyaran rupiah akan terbuang percuma demi program Go Green.

Seperti kita ketahui, slogan-slogan tersebut muncul dalam rangka menyelamatkan bumi dari bahaya Global Warming. Apa itu Global Warming? Global Warming atau pemanasan global merupakan proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan bumi. Penyebab utamanya adalah peningkatan efek rumah kaca. Peningkatan ini berefek volume air laut yang meningkat akibat mencairnya es di kawasan kutub utara dan selatan.

Tak hanya itu, perubahan iklim yang sangat ekstrim dan meningkatnya suhu permukaan bumi terjadi akibat Global Warming. Lantas apa yang bisa kita lakukan untuk menyelamatkan bumi? Bumi tempat kita berteduh jelas memerlukan sentuhan lembut dan kepedulian tangan manusia agar alamnya tetap hijau, alami, dan nyaman untuk disinggahi.

Harus Mulai dari mana Untuk Menjalankan Gaya Hidup Ramah Lingkungan? 

Apa itu Green Lifestyle? Apakah harus serba hijau, rumah dicat hijau, pakai baju hijau, rambut warna hijau, atau badan kita harus hijau seperti tokoh karakter HULK? Jelas bukan itu esensi dari Green Lifestyle. Green Lifestyle merupakan tindakan kepedulian kita terhadap lingkungan.

Green Lifestyle merupakan gaya hidup dengan mind set yang menjadikan bumi benar-benar sahabat manusia dalam kehidupan sehari-hari, bukan sebagai objek eksploitasi untuk memenuhi kehidupan manusia.

Untuk memulai Green Life Style, Anda tidak harus memulainya dengan perubahan drastis dan mahal. Cukup memulainya dari hal-hal kecil yang biasa kita lakukan sehari-hari. Mulai dari makanan, fashion, mengelola sampah, pemakaian listrik, pemakaian ponsel, dan hal kecil lainnya.

Rumah dan Lingkungan

  • Cobalah untuk memulai menanam sayuran dan buah-buahan yang biasa dimakan di taman belakang atau halaman rumah. Ajak anak, pasangan, atau pun tetangga untuk membudayakan bercocok tanam. Selain menghemat uang, Anda pun dapat menghabiskan waktu berkualitas bersama orang-orang tercinta.
  • Pengelolaan sampah kerap diabaikan oleh sejumlah orang. Cobalah untuk memilah sampah non-organik dan organik serta menempatkannya pada tempat sampah berbeda. Anda juga bisa memanfaatkan sampah non-organik seperti plastik kemasan dan botol minuman plastik untuk dijadikan kerajinan tangan.
  • Membuat lubang biopori di pekarangan rumah atau taman umum untuk membuang sampah organik. Setelah melewati masa pembusukkan, sampah organik tersebut bisa dijadikan sebagai pupuk tanaman.
  • Periksa AC jangan sampai ada kebocoran, turunkan suhu AC, dan jangan biarkan ada celah dalam ruangan saat menyalakan AC.
  • Hemat pemakaian air. Jangan biarkan kran air mengalir terus saat mencuci muka atau menggosok gigi. Gunakan air saat Anda memerlukannya saja. Pastikan tidak ada kebocoran pada kran air, bisa Anda bayangkan banyak air yang terbuang bila air menetes selama 24 jam.
  • Pemakaian listrik secara bijak. Gunakan seperlunya saja, contoh kecilnya sebaiknya matikan lampu kamar bila Anda sedang menonton televisi di ruang keluarga. Bila hal ini dilakukan berulang kali, tidak hanya menghemat, Anda pun bisa menjaga kelestarian bumi. Gunakan produk elektronik yang hemat energi.
  • Hindari membuka pintu lemari es terlalu lama karena setiap kali pintu lemari es dibuka, diperlukan tarikan listrik yang tinggi untuk mendinginkan kembali suhunya.

Makanan dan Minuman 

  • Cobalah untuk mengurangi mengonsumsi daging. Mengurangi makan daging, terutama daging merah ternyata dapat engurangi emisi gas rumah kaca dan Global Warming. Sebagai contohnya, sapi memproduksi banyak gas methana yang berdampak buruk untuk lingkungan. Semakin banyak kebutuhan konsumsi sapi, maka semakin banyak pula gas methana yang dihasilkan.
  • Biasakan mengonsumsi sayuran dan makanan bernutrisi tinggi lainnya sebagai pengganti daging. Anda pun dapat emperoleh
    banyak keuntungan, dian taranya menghemat uang, badan menjadi sehat, dan bumi akan tetap terjaga kelestariannya.
  • Konsumsi makanan segar, bukan makanan kaleng atau makanan yang sudah diawetkan.
  • Bawalah botol minum sendiri, hindari membeli minuman dalam kemasan botol terlalu sering karena hanya akan menumpuk sampah non-organik yang lebih sulit terurai dalam tanah.
  • Bawalah tas belanja sendiri yang bisa dipakai berulang-ulang. Tas plastik yang tertimbun dalam tanah perlu waktu ribuan tahun untuk proses penguraiannya.
  • Masak sendiri lebih baik! selain sehat, Anda juga bisa menghemat bahan bakar karena tidak perlu membeli makanan dari luar.

Nah, sudah tahu kan Green Lifestyle itu ternyata dapat dimulai dengan membiasakan hal-hal kecil yang ada di lingkungan kita? Perlu Anda ingat, hanya dengan hal-hal kecil yang dilakukan secara rutin bisa menghasilkan perubahan besar untuk kelestarian bumi. Mulai Green Lifestyle dari sekarang!

Berjudilah, Djanur!

Tahun ini Persib juara. Namun Persib kembali gagal dalam mengorbitkan pemain muda asli binaannya. Pada kompetisi ISL 2014 kemarin, Djanur memang tidak banyak memberikan kesempatan bermain kepada para pemain mudanya. Dengan target membawa Persib juara, Djanur seakan enggan ‘berjudi’ untuk memasang para Maung Ngora dan terus mempertahankan The Winning Team disetiap laga.

Persib sudah juara. Semoga Djanur melihat, betapa menyedihkannya apa yang menimpa Rudiyana. Sehari setelah memperpanjang kontrak bersama Persib, dia malah mendapat kabar buruk. Rudiyana gagal lolos seleksi Timnas U-23, pemain Persib hanya Deden Natshir yang dipanggil kembali untuk mengikuti pemusatan latihan Timnas di Sawangan. Tidak berbeda jauh dengan Rudiyana, nasib Sigit Hermawan pun tidak menggembirakan. Membaca pernyataan-pernyataannya di media soal kesempatan bermain di musim depan cukup menyedihkan. Sigit seperti kehilangan rasa percaya diri. Mungkin efek dari tidak diberikannya kepercayaan sekali pun di musim kemarin. Kurangnya jam terbang dikompetisi resmi pasti menjadi salah satu penyebab tidak berkembangnya para pemain muda, baik mental atau pun skillnya.

Tahun depan Persib akan mengarungi 3 kompetisi dan salah satunya kompetisi level Asia. Setelah dicoretnya Coulibaly dan hengkangnya Ferdinand ke Sriwijaya FC, masalah striker menjadi dilema untuk Persib. Persib belum mempunyai striker yang matang dan mempunyai banyak pengalaman. Maka solusi/intervensi yang diberikan Big Boss Glen Sugita kepada Persib yaitu dengan merekrut Aron Da Silva.

Persib memang mempunyai daya magnet yang besar untuk menarik para pemain bintang dengan mudah untuk bergabung. Tapi cukuplah. Tolong jangan (dulu) merekrut pemain bintang lagi, semisal yang digosipkan Zulham Zamrun atau pun Samsul Arief. Mereka penyerang kelas wahid dikancah nasional dan jika direkrut kemungkinan besar akan menutup kesempatan para striker muda untuk banyak bermain. Lebih menarik dan menantang jika dibuat persaingan antar striker muda untuk menemani Aron da Silva di lini depan. Pemain muda Yandi Sofyan sudah memberi sinyal ingin bermain untuk Persib. Jajang Mulyana juga sepertinya masih pantas untuk diboyong kembali ke Bandung. Jika atmosfer didalam tim penuh dengan persaingan positif, motivasi para pemain muda pasti akan berlipat ganda untuk menunjukan taringnya. Dengan seperti itu harapannya mereka bisa berkembang dengan pesat, berkontribusi dan membawa Persib juara lagi. Memang dengan seperti itu belum terjamin harapan kita dapat terwujud. Tapi minimal dicoba lah untuk setengah musim dulu. Toh, pemain muda Persib punya potensi dan tidak buruk-buruk amat. Ini memang seperti berjudi, bisa berhasil, bisa juga tidak.

Nah, beranikah manajemen dan Djanur ‘berjudi’ dengan memberikan banyak kesempatan bermain kepada para pemain muda di tahun depan?

Persib sudah juara. Berjudilah, Djanur!

Ayo MAUNG NGORA, bangkit dan berprestasilah!

Saya orang Garut, tetapi ketika kemarin melihat tim dengan nama PERSIB BANDUNG (Persatuan Sepakbola Indonesia Bandung) menelan kekalahan rasanya cukup menyesakkan, meskipun itu tim Persib U-17.

Menang kalah itu memang hal biasa dalam sebuah pertandingan. Tapi tetap saja yang namanya kekalahan itu rasanya menyakitkan. Ya, akhir pekan kemarin (22/11) ketika Persib senior bereuforia melakukan roadshow juara di Tanjung Sari Sumedang, Sang junior, Persib U-17 melakoni babak 8 besar Piala Soeratin melawan Persis Solo U-17 di Pusdikpom Cimahi. Pada pertandingan yang sangat dramatis itu Zola cs. harus menelan pil pahit setelah bermain imbang 2-2 dan kalah lewat adu penalti dengan skor 3-4.

Berandai-andai, misalnya dalam waktu dekat ini saya mendengar atau melihat Persigar Garut U-17 menelan kekalahan, sepertinya (dan saya yakin) hati ini akan biasa-biasa saja. Kurangnya informasi yang beredar tentang Persigar Garut, menjadi salah satu faktor yang membuat saya kurang memperhatikan tim dari tempat kelahiran saya ini dan rasa fanatisme pun tidak terbentuk. Berbeda dengan fanatisme terhadap Persib Bandung, selain memang sudah menjadi warisan dari leluhur saya di Garut, sudah 5 tahun saya juga menghabiskan waktu untuk kuliah dan sampai sekarang bekerja di kota Bandung dan itu membuat kecintaan terhadap Persib semakin mendalam. Pengaruh media pun cukup besar, setiap hari media cetak, radio, TV dan online menyajikan segala informasi tentang Persib dan saya sering membacanya. Faktor-faktor itulah yang membuat saya jika melihat atau mendengar tim dengan nama Persib (junior atau senior) meraih kemenangan saya akan merasa bangga dan jika menelan kekalahan saya merasakan sesak dalam jiwa. Itu yang saya pribadi rasakan.

Tahun 2014 ini Alhamdulillah Persib senior juara, setelah bobotoh selama 19 tahun menunggu momen tersebut. Namun, kita jangan lupa Persib U-21 tahun ini kembali gagal di ISL U-21. Lolos fase grup pun tidak. Terakhir menjadi juara ISL U-21 pada tahun 2010, berarti hampir 5 tahun tim Persib U-21 puasa gelar. Jangan sampailah seperti tim senior yang membuat bobotoh harus menunggu gelar kembali selama 19 tahun. Dan yang masih hangat, akhir pekan kemarin Persib U-17 juga gagal lolos ke semifinal Piala Soeratin. Persib junior memang menguasai dan menjadi juara di tingkat Jawa Barat, tetapi di tingkat nasional kita kembali gagal. Adakah yang salah dengan pembinaan tim usia muda Persib saat ini? Saya kurang tahu secara detail bagaimana proses pembinaan/diklat tim Persib junior ini. Tetapi melihat hasilnya yang belum bisa berbicara lebih dikancah nasional tentunya pengurus/manajemen PT. PBB/Pemkot Bandung harus lebih memperhatikan proses pembinaan tim Persib junior ini, dengan harapan pengelolaan “input dan prosesnya” menjadi lebih baik sehingga menghasilkan output : tim PERSIB BANDUNG JUARA sejak dini.

Kita harus trauma dengan menunggu selama 19 tahun untuk menikmati kembali gelar juara. Makanya Persib junior harus dibiasakan menjadi JUARA sejak dini. Persib junior merupakan aset yang sangat berharga karena mereka akan menjadi generasi penerus tim Persib senior kelak. Mungkin 5 sampai 10 tahun ke depan, bobotoh sa-alam dunya akan menggantungkan harapannya kepada mereka agar Persib terus meraih juara Liga Indonesia. Jika mental juara sudah ada sejak dini, harapannya ketika bermain untuk tim senior nanti bisa kembali membawa Persib juara, secepatnya.

Kata orang bijak, kegagalan itu keberhasilan yang tertunda. Tapi jangan lama-lama, sesungguhnya menunda itu masalah. Ayo MAUNG NGORA, bangkit dan berprestasilah!

(Selalu) Ada Kekeliruan pada Seleksi CPNS untuk Pranata Lab Kesehatan

Labtechreation Indonesia

Kami (selalu) menemukan kejanggalan pada Seleksi Nasional CPNS untuk formasi Pranata Laboratorium Kesehatan, termasuk pada Seleksi Nasional CPNS tahun 2014 ini. Seyogianya, formasi ini untuk diisi oleh seorang yang berprofesi sebagai Analis Kesehatan. Namun, kesempatan untuk mengisi jabatan ini malah diberikan kepada lulusan Ilmu Kimia, Analis Kimia, Kesehatan Masyarakat, atau bahkan Farmasi. Kesalahan seperti ini sering terjadi dan sangat merugikan profesi kami.

  • Mari lihat Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara NOMOR : PER/08/M.PAN/3/2006 tentang Jabatan Fungsional Pranata Laboratorium Kesehatan dan Angka Kreditnya. Dijelaskan bahwa Pranata Laboratorium Kesehatan adalah Pegawai Negeri Sipil yang diberi tugas, tanggung jawab, wewenang, dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melakukan kegiatan pelayanan laboratorium kesehatan, pada laboratorium kesehatan.
  • Laboratorium Kesehatan yang dimaksud adalah unit kerja yang mempunyai fungsi dan tugas pelayanan laboratorium kesehatan secara menyeluruh meliputi salah satu atau lebih bidang pelayanan yang terdiri dari bidang hematologi, kimia klinik, mikrobiologi, imunoserologi, toksikologi, kimia lingkungan…

Lihat pos aslinya 268 kata lagi

BST kiwari

Halo! Salam hangat dari mentari dibalik Gunung Cakra Buana, Malangbong

BST Kiwari (8)

Kumaha BST kiwari?
Sudah lama saya tidak berkeliling menikmati kampung halaman, hampir 4 tahun. Tentunya ingin tahu sekali bagaimana perkembangan kampung saya, Bojong Sari Tangsi (BST). Akhirnya dapat momen yang tepat saat liburan akhir tahun ini. Banyak sekali perubahan fisik, menjadi kampung dengan perumahan padat, banyak pendatang yang dulu hanya mengontrak rumah dan sekarang membuat rumah sendiri disini. Kampung ini memang nyaman, aman dan damai. Akibat banyak pembangunan rumah alhasil yang dulunya lapang tempat bermain barudak, yang dulunya kebon, sawah, kini berubah menjadi rumah-rumah dengan menyisakan gang-gang jalan yang sempit. Ada satu yang tidak berubah, jalan utama masih tetap saja rusak. Padahal jalan BST ini merupakan jalan utama menuju SMA satu-satunya di Malangbong, SMAN 9 Garut. Dengar cerita, minggu kemarin sudah di aspal tapi baru juga 4 hari sudah tergerus lagi oleh air karena disini memang sedang musim hujan. Sia-sia. Caliweura tuda pamarentah teh, ngaspal jalan keur usum hujan. IQ?

Tapi bagaimana pun keadaannya saya ucapkan wilujeng sumping di BST untuk kalian semua :))

BST Kiwari (1) Read the rest of this entry

Taman Foto Bandung

Hola! Setelah sekian lama, akhirnya saya posting di blog ini lagi. Sila dilihat hasil jepretan saya di acara peresmian Taman Foto Bandung, setelah sekian lama juga saya tidak memakai kamera. Hehe,

Taman Foto Bandung (1)

Taman Foto Bandung (4)

Taman Foto Bandung (9) Read the rest of this entry

2012 in review

The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2012 annual report for this blog.

Here’s an excerpt:

600 people reached the top of Mt. Everest in 2012. This blog got about 9.900 views in 2012. If every person who reached the top of Mt. Everest viewed this blog, it would have taken 17 years to get that many views.

Click here to see the complete report.