Ayo MAUNG NGORA, bangkit dan berprestasilah!

Saya orang Garut, tetapi ketika kemarin melihat tim dengan nama PERSIB BANDUNG (Persatuan Sepakbola Indonesia Bandung) menelan kekalahan rasanya cukup menyesakkan, meskipun itu tim Persib U-17.

Menang kalah itu memang hal biasa dalam sebuah pertandingan. Tapi tetap saja yang namanya kekalahan itu rasanya menyakitkan. Ya, akhir pekan kemarin (22/11) ketika Persib senior bereuforia melakukan roadshow juara di Tanjung Sari Sumedang, Sang junior, Persib U-17 melakoni babak 8 besar Piala Soeratin melawan Persis Solo U-17 di Pusdikpom Cimahi. Pada pertandingan yang sangat dramatis itu Zola cs. harus menelan pil pahit setelah bermain imbang 2-2 dan kalah lewat adu penalti dengan skor 3-4.

Berandai-andai, misalnya dalam waktu dekat ini saya mendengar atau melihat Persigar Garut U-17 menelan kekalahan, sepertinya (dan saya yakin) hati ini akan biasa-biasa saja. Kurangnya informasi yang beredar tentang Persigar Garut, menjadi salah satu faktor yang membuat saya kurang memperhatikan tim dari tempat kelahiran saya ini dan rasa fanatisme pun tidak terbentuk. Berbeda dengan fanatisme terhadap Persib Bandung, selain memang sudah menjadi warisan dari leluhur saya di Garut, sudah 5 tahun saya juga menghabiskan waktu untuk kuliah dan sampai sekarang bekerja di kota Bandung dan itu membuat kecintaan terhadap Persib semakin mendalam. Pengaruh media pun cukup besar, setiap hari media cetak, radio, TV dan online menyajikan segala informasi tentang Persib dan saya sering membacanya. Faktor-faktor itulah yang membuat saya jika melihat atau mendengar tim dengan nama Persib (junior atau senior) meraih kemenangan saya akan merasa bangga dan jika menelan kekalahan saya merasakan sesak dalam jiwa. Itu yang saya pribadi rasakan.

Tahun 2014 ini Alhamdulillah Persib senior juara, setelah bobotoh selama 19 tahun menunggu momen tersebut. Namun, kita jangan lupa Persib U-21 tahun ini kembali gagal di ISL U-21. Lolos fase grup pun tidak. Terakhir menjadi juara ISL U-21 pada tahun 2010, berarti hampir 5 tahun tim Persib U-21 puasa gelar. Jangan sampailah seperti tim senior yang membuat bobotoh harus menunggu gelar kembali selama 19 tahun. Dan yang masih hangat, akhir pekan kemarin Persib U-17 juga gagal lolos ke semifinal Piala Soeratin. Persib junior memang menguasai dan menjadi juara di tingkat Jawa Barat, tetapi di tingkat nasional kita kembali gagal. Adakah yang salah dengan pembinaan tim usia muda Persib saat ini? Saya kurang tahu secara detail bagaimana proses pembinaan/diklat tim Persib junior ini. Tetapi melihat hasilnya yang belum bisa berbicara lebih dikancah nasional tentunya pengurus/manajemen PT. PBB/Pemkot Bandung harus lebih memperhatikan proses pembinaan tim Persib junior ini, dengan harapan pengelolaan “input dan prosesnya” menjadi lebih baik sehingga menghasilkan output : tim PERSIB BANDUNG JUARA sejak dini.

Kita harus trauma dengan menunggu selama 19 tahun untuk menikmati kembali gelar juara. Makanya Persib junior harus dibiasakan menjadi JUARA sejak dini. Persib junior merupakan aset yang sangat berharga karena mereka akan menjadi generasi penerus tim Persib senior kelak. Mungkin 5 sampai 10 tahun ke depan, bobotoh sa-alam dunya akan menggantungkan harapannya kepada mereka agar Persib terus meraih juara Liga Indonesia. Jika mental juara sudah ada sejak dini, harapannya ketika bermain untuk tim senior nanti bisa kembali membawa Persib juara, secepatnya.

Kata orang bijak, kegagalan itu keberhasilan yang tertunda. Tapi jangan lama-lama, sesungguhnya menunda itu masalah. Ayo MAUNG NGORA, bangkit dan berprestasilah!

About izalcyber

Analis Kesehatan Bandung, Jurnalis, Viking Persib

Posted on 1 Desember 2014, in Berita Persib, Esai and tagged , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: