Berjudilah, Djanur!

Tahun ini Persib juara. Namun Persib kembali gagal dalam mengorbitkan pemain muda asli binaannya. Pada kompetisi ISL 2014 kemarin, Djanur memang tidak banyak memberikan kesempatan bermain kepada para pemain mudanya. Dengan target membawa Persib juara, Djanur seakan enggan ‘berjudi’ untuk memasang para Maung Ngora dan terus mempertahankan The Winning Team disetiap laga.

Persib sudah juara. Semoga Djanur melihat, betapa menyedihkannya apa yang menimpa Rudiyana. Sehari setelah memperpanjang kontrak bersama Persib, dia malah mendapat kabar buruk. Rudiyana gagal lolos seleksi Timnas U-23, pemain Persib hanya Deden Natshir yang dipanggil kembali untuk mengikuti pemusatan latihan Timnas di Sawangan. Tidak berbeda jauh dengan Rudiyana, nasib Sigit Hermawan pun tidak menggembirakan. Membaca pernyataan-pernyataannya di media soal kesempatan bermain di musim depan cukup menyedihkan. Sigit seperti kehilangan rasa percaya diri. Mungkin efek dari tidak diberikannya kepercayaan sekali pun di musim kemarin. Kurangnya jam terbang dikompetisi resmi pasti menjadi salah satu penyebab tidak berkembangnya para pemain muda, baik mental atau pun skillnya.

Tahun depan Persib akan mengarungi 3 kompetisi dan salah satunya kompetisi level Asia. Setelah dicoretnya Coulibaly dan hengkangnya Ferdinand ke Sriwijaya FC, masalah striker menjadi dilema untuk Persib. Persib belum mempunyai striker yang matang dan mempunyai banyak pengalaman. Maka solusi/intervensi yang diberikan Big Boss Glen Sugita kepada Persib yaitu dengan merekrut Aron Da Silva.

Persib memang mempunyai daya magnet yang besar untuk menarik para pemain bintang dengan mudah untuk bergabung. Tapi cukuplah. Tolong jangan (dulu) merekrut pemain bintang lagi, semisal yang digosipkan Zulham Zamrun atau pun Samsul Arief. Mereka penyerang kelas wahid dikancah nasional dan jika direkrut kemungkinan besar akan menutup kesempatan para striker muda untuk banyak bermain. Lebih menarik dan menantang jika dibuat persaingan antar striker muda untuk menemani Aron da Silva di lini depan. Pemain muda Yandi Sofyan sudah memberi sinyal ingin bermain untuk Persib. Jajang Mulyana juga sepertinya masih pantas untuk diboyong kembali ke Bandung. Jika atmosfer didalam tim penuh dengan persaingan positif, motivasi para pemain muda pasti akan berlipat ganda untuk menunjukan taringnya. Dengan seperti itu harapannya mereka bisa berkembang dengan pesat, berkontribusi dan membawa Persib juara lagi. Memang dengan seperti itu belum terjamin harapan kita dapat terwujud. Tapi minimal dicoba lah untuk setengah musim dulu. Toh, pemain muda Persib punya potensi dan tidak buruk-buruk amat. Ini memang seperti berjudi, bisa berhasil, bisa juga tidak.

Nah, beranikah manajemen dan Djanur ‘berjudi’ dengan memberikan banyak kesempatan bermain kepada para pemain muda di tahun depan?

Persib sudah juara. Berjudilah, Djanur!

About izalcyber

Analis Kesehatan Bandung, Jurnalis, Viking Persib

Posted on 27 Desember 2014, in Berita Persib, Esai, Viking Persib Club and tagged , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: